Kamis, 14 Mei 2009

syair sabtu

Seperti matahari yang tidak lelah menyinari bumi, dan adil membagi sinarnya untuk semua, hanya kadang mendung menutupi cahayanya menuju bumi. Seperti rembulan yang selalu memberikan cerita lain ditiap malam, kadang penuh, setengah bahkan hilang, yang selalu membuat laut naik di masanya. Seperti bintang yang terang menunjukkan jalan makhlukNya ketika terapung dibirunya permadani alam. Seperti hujan yang membasahi semua yang dilewati, melalui proses panjang sirkulasi menuju kondensasi hingga mencapai titik jenuh kelabu, akhirnya menangis di hamparan padang tandus, menghidupi se isinya, menumbuhkan benih yang bertebaran, mengaliri kesucian ketika tiba di alur pasti menuju muara.