Tidak ada yang memiliki penglihatan yang luar biasa untuk menembus gelapnya masa depan
Tidak ada telinga yang begitu tajam untuk mendengar sunyinya
yang tidak bisa dilihat dan didengar bukan berarti tidak akan datang
mereka melangkah tanpa bayangan dan suara
tiba-tiba telah mendekat dan begitu akrab
kemudian setiap manusia diliputi rasa takut yang teramat sangat
ketakutan yang menggerogoti semangatnya
ketakutan yang melumpuhkan pemikirannya
ketakutan tentang sesuatu yang abstrak
sampai-sampai mereka takut mati
padahal mati adalah hak!
ketakutan refleksi ketidaksiapan
ketakutan cerminan pengakuan
Jangan khawatir.
tiap yang bernyawa akan mati
tiap jantung akan terhenti
aliran darah pun seakan tidak mampu melewati celah nadi
Jangan khawatir
kalau mati adalah kebenaran
mengapa banyak dari kita yang mengingkari?
Jangan khawatir
Tuhan telah begitu pengasih dan penyayang
bahkan kepada hambanya yang paling bengal!!
yang kadang tidak mampu memahami tujuan hidupnya sendiri
kepada siapa ia kembali, kepada siapa ia bertanggungjawab
Jangan Khawatir
Tuhan telah membekali kita dengan banyak jalan menuju surga.
jangan pernah menutup pintu surgamu dengan kunci-kunci dosa yang kau buat sendiri!!
ini seperti rumah yang dihadiahkan, tetapi tidak mampu membukanya
seperti melihat indahnya, tanpa pernah berada di dalamnya
Naudzubillah
Yang pasti datang dan pasti berlalu. Seperti pisau yang tajam, ditangan siapa pisau digenggam, disanalah muncul kemanfaatan.
Minggu, 09 September 2012
Minggu, 02 September 2012
Repost: Lalu, Apa Lagi yang Harus Kita Keluhkan??
Ada seseorang yang
bertemu saya sore itu. Wajahnya masih dibalut lelah. Tutur katanya
terselip amarah. Entah apa yang dialaminya seharian ini. Saya hanya
berusaha mendengarkan segala keluh kesah yang tidak saya mengerti asal
muasalnya. Obrolan sore itu diawali dengan sumpah serapah terhadap apa
saja yang dialaminya. Kemiskinan yang mengikat semua sendi tulangnya,
“kesialan” yang setia disampingnya, bahkan sampai hal remeh temeh
tentang usaha murahan janda kampung sebelah yang tidak berpendidikan
tetapi ditakdirkan menjadi kaya. Ya, semua keluhan teman saya itu
seperti sumbatan telinga, yang menjadi penghalang menuju gendang hati
saya.
Disadari atau tidak, tiap-tiap diri kita adalah "pengeluh". pengeluh tentang kuliah, pekerjaan, rejeki, musibah, BAHKAN nikamat!!yang membedakannya adalah, kepada siapa keluhan itu disampaikan. kepada teman yang juga ingin mengeluh??kepada diri sendiri yang sudah jengah dengan keluhan batin??
"berceritalah" padaNya. karena sesungguhNya Dia Maha Mendengar. yang tidak akan bosan mendengar curahan hati kita. yang tidak akan mengeluh mendengar semua keluhan kita. yang tidak akan mencari-cari alasan untuk menghindari "pertemuan" dengan kita. Asal kita tahu diri. Bahwa Dia telah memberi kenikmatan yang melebihi "kesialan" kita, dia juga telah memberikan beribu-ribu kehidupan, di satu kematian kita..lalu, apa lagi yang harus kita keluhkan????
Kramattemenggung
11032011
Disadari atau tidak, tiap-tiap diri kita adalah "pengeluh". pengeluh tentang kuliah, pekerjaan, rejeki, musibah, BAHKAN nikamat!!yang membedakannya adalah, kepada siapa keluhan itu disampaikan. kepada teman yang juga ingin mengeluh??kepada diri sendiri yang sudah jengah dengan keluhan batin??
"berceritalah" padaNya. karena sesungguhNya Dia Maha Mendengar. yang tidak akan bosan mendengar curahan hati kita. yang tidak akan mengeluh mendengar semua keluhan kita. yang tidak akan mencari-cari alasan untuk menghindari "pertemuan" dengan kita. Asal kita tahu diri. Bahwa Dia telah memberi kenikmatan yang melebihi "kesialan" kita, dia juga telah memberikan beribu-ribu kehidupan, di satu kematian kita..lalu, apa lagi yang harus kita keluhkan????
Kramattemenggung
11032011
Repost: Terima Kasih
..alhamdulillah,masih
banyak orang yang menginspirasi,memberikan pencerahan,mengatakan
kalimat-kalimat ketidaksengajaan yang menyentuh,melakukan hal-hal sepele
yang membesarkan.,atau sekedar dinampakkan kekhilafan yang
berbisik:"jangan kau tiru"..
terima kasih untuk akal sehat yang masih berfungsi,untuk hati yang masih mengasihi..terima kasih untuk selalu menutupi,menjaga dan "menyapa" dengan cara apapun yang aku tidak mengerti..Terima Kasih untuk nafas yang cuma-cuma. terima kasih untuk mata yang Kau beri lelah.terima kasih untuk kesedihan masa lalu yang memberikan kebahagiaan kini..
terima kasih untuk kesempatan dan waktu..terima kasih untuk ketetapan hati hanya padaMu..terima kasih untuk setiap qonaahku..terima kasih untuk menahanku dalam sabar..terima kasih untuk segala akibat yang membuatku mengerti..terimakasih masih memberiku hidup..terima kasih untuk tiap berkahMu..
Terima kasih, Ya Allah
terima kasih kau beri gravitasi,agar aku selalu ingat..yang tertinggi pun akan jatuh
terima kasih kau beri pahit,agar terasa nikmat manis
terima kasih kau beri lelah,agar terasa nikmat istrahat
terima kasih kau beri sakit,karena begitu nikmat sehat..
Terima Kasih Ya Allah
Terima Kasih
terima kasih untuk akal sehat yang masih berfungsi,untuk hati yang masih mengasihi..terima kasih untuk selalu menutupi,menjaga dan "menyapa" dengan cara apapun yang aku tidak mengerti..Terima Kasih untuk nafas yang cuma-cuma. terima kasih untuk mata yang Kau beri lelah.terima kasih untuk kesedihan masa lalu yang memberikan kebahagiaan kini..
terima kasih untuk kesempatan dan waktu..terima kasih untuk ketetapan hati hanya padaMu..terima kasih untuk setiap qonaahku..terima kasih untuk menahanku dalam sabar..terima kasih untuk segala akibat yang membuatku mengerti..terimakasih masih memberiku hidup..terima kasih untuk tiap berkahMu..
Terima kasih, Ya Allah
terima kasih kau beri gravitasi,agar aku selalu ingat..yang tertinggi pun akan jatuh
terima kasih kau beri pahit,agar terasa nikmat manis
terima kasih kau beri lelah,agar terasa nikmat istrahat
terima kasih kau beri sakit,karena begitu nikmat sehat..
Terima Kasih Ya Allah
Terima Kasih
Repost: Andai
Andai aku kembali ke masa lalu
pelan-pelan aku akan memperbaiki semua
Andai aku bisa memutar waktu
sebentar saja untuk menikmati saat-saat yang aku sukai
Andai aku bisa menghentikan waktu
sesaat saja aku ingin menghindar dari jatuh
Andai aku bisa menawar waktu
boleh kah aku memintai tambahan detik detakku?
Andai aku bisa mengendalikan waktu
aku akan menikmati yang aku sukai,dan membuang yang ku benci
Andai aku bisa mengerti waktu
mungkin dia juga mengrtiku
Andai waktu tidak sombong
mungkin saat ini tidak ada pelajaran berharga
atau sekedar ungkapan "waktu adalah pedang!!"
Andai waktu coba-coba membantahNya
tidak akan ada siang dan malam
bahkan tidak akan ada hari ini
Andai waktu berjalan santun,pelan dan menunggu
tidak akan ada yang menyesal tertinggal.
Andai waktu sesuai keinginan
maka tidak akan ada hikmah terpetik,
tidak juga usaha yang mencekik,
atau pelajaran di tiap detik
Waktu yang angkuh telah mendidik
waktu yang patuh telah mengasuh
menata yang terserak,
menyusun yang terburai
Andai Dia tidak memberi waktu??
Bagaimana aku dapat mengadu??
Repost: Sebelas Mutiara Setetes Air Mata..
Siang tadi
matahari tidak malu-malu lagi, panasnya membuat semua orang berlomba
sumpah serapah. Setiap sabtu memang dijadwalkan pulang kerja lebih
awal,menyenangkan bisa lebih awal bertemu keluarga. Karena suasana yang
tidak bersahabat, saya memutuskan menunggu Bis yang memenuhi kualifikasi
kenyamanan (AC,longgar,murah)..hehehe..
Tidak sampai 10 menit Bis harapan telah datang, JAYA AC!!beruntungnya saya hari ini. Tempat duduk memang sudah penuh, ditambah lagi bergelantungan penumpang ditengah-tengah (kanan tiga, kiri dua, tengah terserah). Tetapi saya masih diberi kesempatan untuk menikmati kenyamanan kursi kernet tepat didepan pintu masuk yang selalu dilalui penumpang naik-turun, bersama dua wanita usia 30 an yang duduk nyaman diatas kap mesin dengan alas ungu empuk.
Saya menikmati perjalanan dengan melihat sekeliling. sopir yang sudah cukup tua, kernet yang begitu muda,penumpang yang dari berbagai latarbelakang, video yang disuguhi lagu-lagu menyentuh milik Ebiet G. Ade.
Hampir tidak ada yang istimewa dari perjalanan hari ini, tapi semua terasa berbeda ketika melihat wanita itu. bibirnya komat kamit tiada henti dari pertama saya menyadarinya sampai saya turun. tangan kanan tertutup tas hitam kecil menyembunyikan kekhusukan "mengingat-ingat" Tuhannya. Jemarinya kian fasih memutar, tiada henti, dan ketika mata saya beralih dari tangannya yang berhenti untuk menyeka mata yang mulai basah. Saya yang kala itu mendengarkan "Masih Ada Waktu" semakin menyadari kalau saya seperti berada dalam video klip yang begitu nyata.
"..Yang terbaik hanyalah, segeralah bersujud, mumpung kita masih diberi waktu"
Saya yang setiap pagi dan petang disibukkan dengan hal remeh temeh duniawi, yang tidak menyempatkan diri, dipukul dengan keras melalui sebelas mutiara dan setetes air mata.
Dari Kantor menuju Sepanjang, di dalam bis Jaya (Surabaya-Ponorogo) 29 Oktober 2011
Tidak sampai 10 menit Bis harapan telah datang, JAYA AC!!beruntungnya saya hari ini. Tempat duduk memang sudah penuh, ditambah lagi bergelantungan penumpang ditengah-tengah (kanan tiga, kiri dua, tengah terserah). Tetapi saya masih diberi kesempatan untuk menikmati kenyamanan kursi kernet tepat didepan pintu masuk yang selalu dilalui penumpang naik-turun, bersama dua wanita usia 30 an yang duduk nyaman diatas kap mesin dengan alas ungu empuk.
Saya menikmati perjalanan dengan melihat sekeliling. sopir yang sudah cukup tua, kernet yang begitu muda,penumpang yang dari berbagai latarbelakang, video yang disuguhi lagu-lagu menyentuh milik Ebiet G. Ade.
Hampir tidak ada yang istimewa dari perjalanan hari ini, tapi semua terasa berbeda ketika melihat wanita itu. bibirnya komat kamit tiada henti dari pertama saya menyadarinya sampai saya turun. tangan kanan tertutup tas hitam kecil menyembunyikan kekhusukan "mengingat-ingat" Tuhannya. Jemarinya kian fasih memutar, tiada henti, dan ketika mata saya beralih dari tangannya yang berhenti untuk menyeka mata yang mulai basah. Saya yang kala itu mendengarkan "Masih Ada Waktu" semakin menyadari kalau saya seperti berada dalam video klip yang begitu nyata.
"..Yang terbaik hanyalah, segeralah bersujud, mumpung kita masih diberi waktu"
Saya yang setiap pagi dan petang disibukkan dengan hal remeh temeh duniawi, yang tidak menyempatkan diri, dipukul dengan keras melalui sebelas mutiara dan setetes air mata.
Dari Kantor menuju Sepanjang, di dalam bis Jaya (Surabaya-Ponorogo) 29 Oktober 2011
Menjamu Tamu..
Hari sabtu kemarin, saya sedang asyik-asyiknya bermain dengan buah hati. kelucuannya membuat kelelahan saya hilang seketika. Kemudian HP saya tiba-tiba bergetar, ada pesan singkat yang masuk. Ternyata ada teman yang ingin berkunjung ke rumah. Wah, senangnya. bukan memandang siapa yang datang, tapi lebih karena perasaan bertemu dengan teman yang mengalahkan segalanya. Untuk menyambut teman saya ini, saya siapkan mulai sore hari. Saya bersih-bersih rumah, saya kerjakan apa yang bisa saya kerjakan untuk menyambut teman saya. Saya siapkan jamuan makan dan minum. saya pastikan tamu saya tidak akan kelaparan..hehehe. setelah magrib, saya masih menunggu, setelah Isya' saya masih menunggu. sampai saya tertidur di sofa dan dibangunkan istri. Semoga usaha kami untuk memuliakan tamu tetap dicatat sebagai ibadah. walaupun teman saya tidak jadi datang. Wah, makanannya masih banyak :)
Jumat, 31 Agustus 2012
Ganti Judul
Assalamu'alaikum,
Akhirnya, setelah sekian lama tidak mengunjungi Blog ini. Saya kembali lagi. Mudah-mudahan kembali aktif dan produktif dalam berkarya (ceilehh..kayak penulis profesional aje..hehehe).
Sabtu pagi ini, saya niatkan kembali untuk merawat blog saya yang sudah sekarat ditambah lagi jarang dilihat. awalnya saya ingin melakukan pencarian blog saya melalui Google, saya ketik kata kunci FILOSOFI PADI, apa yang terjadi? ternyata banyak blog dengan judul yang sama..wah-wah, saya perlu ganti nama nih..untuk memuluskan langkah saya agar nama blog tidak pasaran dan tidak sama dengan punya orang, akhirnya saya putuskan untuk GANTI JUDUL BLOG. Hal pertama yang saya alami saat ingin membuka Blog adalah...SAYA LUPA PASSWORD!!!..hmmm. akhirnya saya gunakan trik lama dengan memanggil password saya supaya mau mampir sebentar ke Gmail..hehe..singkat cerita, masuklah saya kedalam sebuah Blog yang usang.
Memilih nama/judul blog itu susah-susah gampang. setelah melalui beberapa perdebatan bathin dan pergolakan jiwa, akhirnya muncul dua kata yang menarik perhatian saya : CERITA WAKTU. sangat sesuai dengan blog saya yang berisi tentang cerita-cerita, pengalama, dan pemikiran dari waktu ke waktu.
Semoga dengan ganti judul, blog ini bisa lebih ramai lagi :)
Akhirnya, setelah sekian lama tidak mengunjungi Blog ini. Saya kembali lagi. Mudah-mudahan kembali aktif dan produktif dalam berkarya (ceilehh..kayak penulis profesional aje..hehehe).
Sabtu pagi ini, saya niatkan kembali untuk merawat blog saya yang sudah sekarat ditambah lagi jarang dilihat. awalnya saya ingin melakukan pencarian blog saya melalui Google, saya ketik kata kunci FILOSOFI PADI, apa yang terjadi? ternyata banyak blog dengan judul yang sama..wah-wah, saya perlu ganti nama nih..untuk memuluskan langkah saya agar nama blog tidak pasaran dan tidak sama dengan punya orang, akhirnya saya putuskan untuk GANTI JUDUL BLOG. Hal pertama yang saya alami saat ingin membuka Blog adalah...SAYA LUPA PASSWORD!!!..hmmm. akhirnya saya gunakan trik lama dengan memanggil password saya supaya mau mampir sebentar ke Gmail..hehe..singkat cerita, masuklah saya kedalam sebuah Blog yang usang.
Memilih nama/judul blog itu susah-susah gampang. setelah melalui beberapa perdebatan bathin dan pergolakan jiwa, akhirnya muncul dua kata yang menarik perhatian saya : CERITA WAKTU. sangat sesuai dengan blog saya yang berisi tentang cerita-cerita, pengalama, dan pemikiran dari waktu ke waktu.
Semoga dengan ganti judul, blog ini bisa lebih ramai lagi :)
Langganan:
Postingan (Atom)