Senin, 02 November 2009

belajar dari keberanian..

hari itu seperti biasa..mengalami kejenuhan hari-hari di kampus..berdiam diri diruangan yang penuh dengan manusia,tetapi masih tetap sejuk karena AC..ada saat dimana aku tersentak sejenak..melihat anak itu..simple,tapi berani..sengaja untuk keluar pada barisan terakhir,hanya untk mengingtkan seseorang yang "salah" jilbabnya..tamparan keras..sulitnya mengajak ke kebaikan,banyak halangan(dari diri sendiri),prasangka2 yang muncul dari batin sendiri..sulitnya mengungkapkan kebenaran..tapi anak ini dengan mudahnya mengungkapkan kebenaran itu..salut!!! 

pelajaran dari ruang diskusi lab anorganik...

bicara mati, bicara hidup...

Surabaya, 23 Agustus 2009 

terbangun karena suara alarm di HP yang menunjukkan pukul 03.00.melihat isi HP ada SMS dari si Taurus.hampir lupa Office nya (tapi akhirnya benar-benar lupa..hehehehe..maaf),aku bergegas untuk mengambil jatah janjiNya di sepertigamalam ini..melewati sahur seperti biasa,hingga tiba adzan pertama penanda waktu imsakiyah.. 
bergegas untuk mandi,karena sudah mendekati waktu subuh..berjalan di fajar itu terasa dingin,sepi,tidak terlihat orang berjalan menuju masjid..tapi aku terkejut melihat suasana yang sungguh tidak biasa..shaf penuh sesak dengan jamaah..subhanallah..kekuatan Ramadhan memang luar biasa..semoga itu terjadi seterusnya,hingga 11 bulan setelah Ramadhan..amin. 
tidak seperti biasanya,di akhir subuh kali ini di isi dengan ceramah..dengan mata yang masih sangat mengantuk..aku mendengarkan ceramah itu,tapi kemudian aku terkejut dengan satu pernyataan sederhana dari Sang Ustad mengenai kematian,beliau berkata "semua kejadian didunia ini adalah penyebab dari kematian(entah itu sakit,perjalanan jauh,ataupun tidur)tapi penyebab utama dari kematian adalah hidup itu sendiri"..hmm..sempat tidak terfikirkan,tapi itu pernytaan yang benar,dan sederhana..hidup didunia ini untuk ibadah..begitulah manusia diciptakan..inna sholati wanushuki wa mahyaya wa mamati lillahirobbil alamin..hanya untukNya segala sesuatu..sholat kita,hidup kita bahkan mati kita hanya untukNya..semoga masih diberi sisa waktu untuk menjalani takdirku dengan hanya bergantung padaNya. 
sholatku,hidupku,matiku...semoga Engkau menjadikannya Ibadah 

penyejuk di fajar yang sejuk,baitul muttaqiem

mencari celah cahaya...

hari ini cukup senyum yang membuat sejuk hati..seharian di hidangkan pesan-pesan yang menampar..gak cuma sekali,tapi berkali-kali...sejatinya semua kejadian hari ini adalah buah dari perlakuan masa lalu..tertahan di suatu keadaan yang tidak menguntungkan..entahlah,hanya melakukan yang terbaik untuk sesuatu hal yang ada dihadapanku..sekalipun itu sepele.. 
mencari celah cahaya, yang sebenarnya selalu menyinari,terkadang hijab yang terlalu besar membuatnya tak menyentuh hati..aku ingin ia masuk..wlaupun hanya satu mili diameternya..agar ia mencairkan bekunya hati ini.. 


renungan senin.. 
surabaya,24 Agustus 2009

rumah K200...

ruangan ini kecil..fasilitasnya minim, dicat seadanya supaya tidk terlihat kumuh saja..masih teringat awal mula mengenalnya..sering teringat masa2 itu.ruangan ini membawa banyak diskusi,perdebatan,amarah,tangis,dan tawa.ide2 konyol sering dtang dari mulut2 kami yang tidak pernah diam.rumah ini menjadikanku lebih tau berbagai makna.pertemanan,kehidupan,perjuangan dan kekalahan,mengantarkanku pada posisi yang "tidak seharusnya" aku sanding.memberikan pengalaman yang tak terduga yang berawal dari diskusi kecil diruangan ini..mengenal perdebatan singkat diruang PD3,percakapan "hangat" dengan Dekan,hnya karena kami "bergerak" tidak sesuai irama mereka..masih cukup terasa ejekan mereka tentang ruangan ini,yang minim prestasi..seaindainya kalian tahu "ejekan" itu..tentu kalian akan lebih mencintai rumah ini..disaat semua membicarakan keunggulan mereka,aku hnaya bicara kebangganku kepada rumah ini..empat tahun mungkin tidak cukup memberikan "sesuatu" kepada rumah ini,bahkan disaat aku seharusnya pergi..membiarkan mereka jemu dengan berbagai keberhasilannya,sementara rumah ini masih membangun pondasi,menggali tanah dan meletakkan batu pertama..yang aku tau..semua tidak akan berubah tanpa usaha kita..aku tidak malu mengatakan kalau kami memang minim prestasi..tapi kami tidak pernah minim semangat dan ide..kalian boleh bilang kami serendah air laut..tapi kami selalu ingat ada gelombang yang membuat kami naik,bahkan hingga ke permukaan tanah.. 
aku tidak pernah memilih untuk mengalami ini semua..tapi aku memilih untuk mengubah pandangan mereka tentang kami..kami juga bisa berprestasi,kami juga bisa survive.jangan harapkan apapun dari rumah ini,karena ia tidak akan mampu memberikannya,berikanlah sesuatu kepada rumah ini,agar ia lebih bermakna 
temukan kejayaan TOSCA itu.. 

untuk HIMKA,untuk kalian yang berada di naungannya,untuk semua yang pernah menyebut namanya.. 

Surabaya, 27 Agustus 2009

Malam 19 Ramadhan di Manarul Ilmi

ceramah yang di bawakan oleh Prof Mardi Santoso Ph.D tidak mampu mengalihkan perhatianku kepada anak kecil itu. usianya mungkin belum 2 tahun..baru melatih salah satu keahlian terbarunya yaitu berjalan..agak sulit memang,itu sebabnya sang ayah selalu mendampingi di belakangnya,tidak tersisa waktu sang ayah untuk mendengar tausiyah malam itu..yang aku lihat raut kesejukan,kesabaran,dan harapan dari wajah sang ayah..menemani kemana pun si kecil melangkahkan kakinya..menyiapkan uang receh yang sengaja disediakan untuk si kecil,supaya ia memasukkan uang itu ke kotak amal masjid..berulang kali ia memasukkan uang receh itu..melihat dengan heran ke dalamnya..saat itu lah tiba2 mata ini basah..semua rasa bercampur..takut,haru,takjub..takut kalau aku tidak mampu mendidik anak2ku sebaik bapak ini mendidik putranya,takut tidak mampu menjadi orang tua yang sholeh nantinya,haru dengan cara bapak ini memahami pentingnya memberi kepada si anak,takjub kebesaranNya meneteskan air mataku dengan cara yang luar biasa... 

masih menunggu keajaibanMu di bulan ini.. 
masih memperbaiki diri.. 
masih mencari teman yang sholehah.. 
masih menginginkan momen ini lagi..ijinkan aku bertemu dengan Ramadhan tahun depan Ya Rabb..