Sabtu, 11 Maret 2017

Gila Dunia

Di dunia ini apa yg dilihat itu yg diyakini
Sulit mencari maksud tersembunyi
Itulah mengapa Tuhan menyuruh kita untuk berbaik sangka
Di dunia ini kemasan menjadi sangat penting
Bagaimana pakaiannya?
Apa mobilnya?
Dimana rumahnya?
Siapa ayahnya?
Apa agamanya?
Banyak orang lupa menanyakan isinya
Halal kah?
Takwa kah?
Banyak yang menjadi gila
Meninggalkan yang hakiki
Mengejar yg fana
Banyak orang kliru menafsirkan malu
Banyak orang yg tersesat di balik ikhtiarnya
Tuhan..bimbinglah kami di JalanMu
Jalan yg lurus yg Engkau ridhoi..Aamiin

Terserah

Ketika pertanyaan tidak lagi bisa dijawab
Ketika tidak ada lagi yang bisa dilakukan
Atau perkataan yg syarat keputusasaan

Lebih dalam kita akan menemukan keinginan
Yang dibalut rasa malu dan sungkan
Hanya yg memahami yg mengerti
Bukan yang terucap, tapi yang terlihat
Ah, pertanyaan sederhana bisa jadi rumit jawabnya
Terserah...

Jumat, 01 April 2016

Kimia dan Manajemen

Saya habiskan 5 tahun untuk belajar Kimia. Tapi jangan tanya yang aneh-aneh soal kimia, saya bisa repot menjawabnya. Entah kenapa, saya selalu sulit menyelaraskan keinginan pertanyaan tes dengan jawaban yang saya siapkan. Selalu salah paham, maksud tes ini, saya jawab itu. Sampai-sampai dosen saya bingung sendiri. Saya lulus pada tahun 2010, dengan IPK kategori memuaskan (coba tebak?hehe). Saya kemudian diterima bekerja di salah satu perusahaan kertas yang merupakan grup APP. Saya terbilang cukup cepat diterima bekerja. Waktu tunggu saya tidak sampai 1 bulan. Bahkan teman-teman heran, kok bisa?? Diperusahaan ini saya dipaksa belajar manajemen, terutama manajemen lingkungan. Karena saya bergabung di bagian EMS (Environmental Management System) ISO 14001. Sejak saat itulah petualangan saya dengan manajemen, lingkungan dan kimia dimulai.
Saya memulai manajemen dari nol. Ketika mendalami manajemen (lingkungan) saya menemukan jawaban, mengapa saya "gagal" di kuliah S1 saya.
1. Kurangnya perencanaan
2. Kurang effort (do) untuk melaksanakan rencana
3. Tidak pernah melakukan pengecekan
4. Tidak pernah berinovasi mengenai metode belajar.
Saya selalu merasa puas dengan metode belajar yang itu-itu saja. Saya merasa bisa tanpa tahu bagian mana ynag saya bisa. Saya tidak tahu apa yang saya tidak tahu. Ini bahaya!siaga 1!!Saya harus mengubah pola pikir ini (mungkin terlambat). Tapi, bagi saya tidak ada ynag terlambat. Sejak saat itulah saya memiliki suatu doa. Jika saya diijinkan melanjutkan sekolah lagi (S2), saya akan menebus kesalahan saya sebelumnya. Semoga terwujud. Amin :)

Minggu, 09 September 2012

Jangan Khawatir

Tidak ada yang memiliki penglihatan yang luar biasa untuk menembus gelapnya masa depan
Tidak ada telinga yang begitu tajam untuk mendengar sunyinya
yang tidak bisa dilihat dan didengar bukan berarti tidak akan datang
mereka melangkah tanpa bayangan dan suara
tiba-tiba telah mendekat dan begitu akrab

kemudian setiap manusia diliputi rasa takut yang teramat sangat
ketakutan yang menggerogoti semangatnya
ketakutan yang melumpuhkan pemikirannya
ketakutan tentang sesuatu yang abstrak
sampai-sampai mereka takut mati
padahal mati adalah hak!

ketakutan refleksi ketidaksiapan
ketakutan cerminan pengakuan

Jangan khawatir.
tiap yang bernyawa akan mati
tiap jantung akan terhenti
aliran darah pun seakan tidak mampu melewati celah nadi

Jangan khawatir
kalau mati adalah kebenaran
mengapa banyak dari kita yang mengingkari?

Jangan khawatir
Tuhan telah begitu pengasih dan penyayang
bahkan kepada hambanya yang paling bengal!!
yang kadang tidak mampu memahami tujuan hidupnya sendiri
kepada siapa ia kembali, kepada siapa ia bertanggungjawab

Jangan Khawatir
Tuhan telah membekali kita dengan banyak jalan menuju surga.
jangan pernah menutup pintu surgamu dengan kunci-kunci dosa yang kau buat sendiri!!
ini seperti rumah yang dihadiahkan, tetapi tidak mampu membukanya
seperti melihat indahnya, tanpa pernah berada di dalamnya
Naudzubillah

Minggu, 02 September 2012

Repost: Lalu, Apa Lagi yang Harus Kita Keluhkan??

Ada seseorang yang bertemu saya sore itu. Wajahnya masih dibalut lelah. Tutur katanya terselip amarah. Entah apa yang dialaminya seharian ini. Saya hanya berusaha mendengarkan segala keluh kesah yang tidak saya mengerti asal muasalnya. Obrolan sore itu diawali dengan sumpah serapah terhadap apa saja yang dialaminya. Kemiskinan yang mengikat semua sendi tulangnya, “kesialan” yang setia disampingnya, bahkan sampai hal remeh temeh tentang usaha murahan janda kampung sebelah yang tidak berpendidikan tetapi ditakdirkan menjadi kaya. Ya, semua keluhan teman saya itu seperti sumbatan telinga, yang menjadi penghalang menuju gendang hati saya.
Disadari atau tidak, tiap-tiap diri kita adalah "pengeluh". pengeluh tentang kuliah, pekerjaan, rejeki, musibah, BAHKAN nikamat!!yang membedakannya adalah, kepada siapa keluhan itu disampaikan. kepada teman yang juga ingin mengeluh??kepada diri sendiri yang sudah jengah dengan keluhan batin??
"berceritalah" padaNya. karena sesungguhNya Dia Maha Mendengar. yang tidak akan bosan mendengar curahan hati kita. yang tidak akan mengeluh mendengar semua keluhan kita. yang tidak akan mencari-cari alasan untuk menghindari "pertemuan" dengan kita. Asal kita tahu diri. Bahwa Dia telah memberi kenikmatan yang melebihi "kesialan" kita, dia juga telah memberikan beribu-ribu kehidupan, di satu kematian kita..lalu, apa lagi yang harus kita keluhkan????

Kramattemenggung

11032011