Jumat, 01 April 2016

Kimia dan Manajemen

Saya habiskan 5 tahun untuk belajar Kimia. Tapi jangan tanya yang aneh-aneh soal kimia, saya bisa repot menjawabnya. Entah kenapa, saya selalu sulit menyelaraskan keinginan pertanyaan tes dengan jawaban yang saya siapkan. Selalu salah paham, maksud tes ini, saya jawab itu. Sampai-sampai dosen saya bingung sendiri. Saya lulus pada tahun 2010, dengan IPK kategori memuaskan (coba tebak?hehe). Saya kemudian diterima bekerja di salah satu perusahaan kertas yang merupakan grup APP. Saya terbilang cukup cepat diterima bekerja. Waktu tunggu saya tidak sampai 1 bulan. Bahkan teman-teman heran, kok bisa?? Diperusahaan ini saya dipaksa belajar manajemen, terutama manajemen lingkungan. Karena saya bergabung di bagian EMS (Environmental Management System) ISO 14001. Sejak saat itulah petualangan saya dengan manajemen, lingkungan dan kimia dimulai.
Saya memulai manajemen dari nol. Ketika mendalami manajemen (lingkungan) saya menemukan jawaban, mengapa saya "gagal" di kuliah S1 saya.
1. Kurangnya perencanaan
2. Kurang effort (do) untuk melaksanakan rencana
3. Tidak pernah melakukan pengecekan
4. Tidak pernah berinovasi mengenai metode belajar.
Saya selalu merasa puas dengan metode belajar yang itu-itu saja. Saya merasa bisa tanpa tahu bagian mana ynag saya bisa. Saya tidak tahu apa yang saya tidak tahu. Ini bahaya!siaga 1!!Saya harus mengubah pola pikir ini (mungkin terlambat). Tapi, bagi saya tidak ada ynag terlambat. Sejak saat itulah saya memiliki suatu doa. Jika saya diijinkan melanjutkan sekolah lagi (S2), saya akan menebus kesalahan saya sebelumnya. Semoga terwujud. Amin :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar