Minggu, 02 September 2012

Repost: Lalu, Apa Lagi yang Harus Kita Keluhkan??

Ada seseorang yang bertemu saya sore itu. Wajahnya masih dibalut lelah. Tutur katanya terselip amarah. Entah apa yang dialaminya seharian ini. Saya hanya berusaha mendengarkan segala keluh kesah yang tidak saya mengerti asal muasalnya. Obrolan sore itu diawali dengan sumpah serapah terhadap apa saja yang dialaminya. Kemiskinan yang mengikat semua sendi tulangnya, “kesialan” yang setia disampingnya, bahkan sampai hal remeh temeh tentang usaha murahan janda kampung sebelah yang tidak berpendidikan tetapi ditakdirkan menjadi kaya. Ya, semua keluhan teman saya itu seperti sumbatan telinga, yang menjadi penghalang menuju gendang hati saya.
Disadari atau tidak, tiap-tiap diri kita adalah "pengeluh". pengeluh tentang kuliah, pekerjaan, rejeki, musibah, BAHKAN nikamat!!yang membedakannya adalah, kepada siapa keluhan itu disampaikan. kepada teman yang juga ingin mengeluh??kepada diri sendiri yang sudah jengah dengan keluhan batin??
"berceritalah" padaNya. karena sesungguhNya Dia Maha Mendengar. yang tidak akan bosan mendengar curahan hati kita. yang tidak akan mengeluh mendengar semua keluhan kita. yang tidak akan mencari-cari alasan untuk menghindari "pertemuan" dengan kita. Asal kita tahu diri. Bahwa Dia telah memberi kenikmatan yang melebihi "kesialan" kita, dia juga telah memberikan beribu-ribu kehidupan, di satu kematian kita..lalu, apa lagi yang harus kita keluhkan????

Kramattemenggung

11032011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar