Minggu, 02 September 2012

Repost: Sebelas Mutiara Setetes Air Mata..

Siang tadi matahari tidak malu-malu lagi, panasnya membuat semua orang berlomba sumpah serapah. Setiap sabtu memang dijadwalkan pulang kerja lebih awal,menyenangkan bisa lebih awal bertemu keluarga. Karena suasana yang tidak bersahabat, saya memutuskan menunggu Bis yang memenuhi kualifikasi kenyamanan (AC,longgar,murah)..hehehe..
Tidak sampai 10 menit Bis harapan telah datang, JAYA AC!!beruntungnya saya hari ini. Tempat duduk memang sudah penuh, ditambah lagi bergelantungan penumpang ditengah-tengah (kanan tiga, kiri dua, tengah terserah). Tetapi saya masih diberi kesempatan untuk menikmati kenyamanan kursi kernet tepat didepan pintu masuk yang selalu dilalui penumpang naik-turun, bersama dua wanita usia 30 an yang duduk nyaman diatas kap mesin dengan alas ungu empuk.
Saya menikmati perjalanan dengan melihat sekeliling. sopir yang sudah cukup tua, kernet yang begitu muda,penumpang yang dari berbagai latarbelakang, video yang disuguhi lagu-lagu menyentuh milik Ebiet G. Ade.
Hampir tidak ada yang istimewa dari perjalanan hari ini, tapi semua terasa berbeda ketika melihat wanita itu. bibirnya komat kamit tiada henti dari pertama saya menyadarinya sampai saya turun. tangan kanan tertutup tas hitam kecil menyembunyikan kekhusukan "mengingat-ingat" Tuhannya. Jemarinya kian fasih memutar, tiada henti, dan ketika mata saya beralih dari tangannya yang berhenti untuk menyeka mata yang mulai basah. Saya yang kala itu mendengarkan "Masih Ada Waktu" semakin menyadari kalau saya seperti berada dalam video klip yang begitu nyata.
"..Yang terbaik hanyalah, segeralah bersujud, mumpung kita masih diberi waktu"
Saya yang setiap pagi dan petang disibukkan dengan hal remeh temeh duniawi, yang tidak menyempatkan diri, dipukul dengan keras melalui sebelas mutiara dan setetes air mata.

Dari Kantor menuju Sepanjang, di dalam bis Jaya (Surabaya-Ponorogo) 29 Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar